Faktor Pemicu Dan Ciri Ciri Kanker Serviks Stadium 2

Ciri ciri kanker serviks stadium 2 pasti akan lebih mampu dirasakan dari pada saat kanker masih di stadium awal. Setelah sebelumnya kami telah membahas tentang ciri ciri dan penyegahan kanker stadium awal. Maka sekarang akan dibahas tingkatan pada kanker tersebut dan bagaimana jika kanker sudah masuk di stadium tengah. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang organ reproduksi wanita yang lebih tepatnya berada pada leher Rahim atau pintu masuk Rahim yang sempit dan berada diantara kemaluan dan Rahim wanita. Penderita kanker serviks di Indonesia mencapai sepertiga dari total penderita kanker. Setiap tahun terdapat wanita meninggal karena menderita kanker serviks. Penyakit ini merupakan yang ditakuti wanita karena jenis kanker ini menempati posisi paling atas sebagai penyebab kematian wanita.

 

Penetuan stadium pada penderita kanker serviks sangatlah penting guna menentukan jenis pengobatan dan perawatan yang akan dilakukan. Pada kanker serviks stadium 2, kanker telah menyebar diluar leher Rahim kedalam jaringan sekitarnya. Tapi belum tumbuh kedalam otot atau ligament yang melapisi dinding panggul atau bagian bawah vagina. Gejala dan ciri ciri kanker serviks stadium 2 ditunjukkan dengan gejala yang khas seperti mengalami sakit yang berlebihan di area kewanitaan, keputihan yang tidak wajar, merasakan nyeri pada saat buang air kecil dan penurunan nafsu makan serta cepat merasa lelah. Kenali gejala dan ciri-ciri kanker serviks dan segera melakukan pengobatan bila merasakan gejala tersebut.

 

Pada kanker serviks stadium 2 , biasanga ukuran kanker sudah melebihi 4cm dan pengobatan yang dilakukan adalah radioterapi dan tanpa kemoterapi. Harapan hidup bagi penderita ciri ciri kanker serviks stadium 2 sebesar 60%. Radioterapi atau yang anda kenal dengan terapi radiasi merupakan salah satu terapi yang sangat dianjurkan pada penderita kanker serviks stadium 2. Terapi radiasi dilakukan dengan menggunakan perlengkapan khusus yang akan menyebarkan sinar x dengan dosis tertentu. Pemberian sinar khusus ini akan membuat sel-sel alam leher Rahim bisa mati dan mengurangi resiko kekambuhan. Selain itu ada juga yang dikenal dengan metode radiasi dalam. Terapi ini dilakukan dengan cara menanamkan sel radioaktif ke bagian kanker atau bagian yang paling dekat dengan kanker, namun tetap mempertimbangkan keamanan untuk sel sehat disekitar jaringan